Selasa, 18 Januari 2011

Berat badan Pijar

Minggu lalu Pijar ke Posyandu. Seperti biasa, setiap bulan dia selalu rutin untuk menimbang berat badannya.

Alhamdulillah, setiap bulan sejak usia 2 tahun, berat badan Pijar selalu naik. Atau paling tidak tetap :D Belum pernah turun.

Ada yang lucu, ketika Pijar datang ke Posyandu minggu lalu. Ketika ditimbang, berat badan Pijar adalah 19.1 kg. Ditanya, bulan lalu berapa? Bulan lalu beratnya 18.5 kg. Banyak sekali kenaikannya?

Hehehe..., ini baru ketiga kalinya Pijar ke Posyandu setelah pindah dari Surabaya. Bulan November, berat badannya 18.4 kg. Bulan Desember, beratnya naik ke 18.5 kg, dan bulan Januari langsung melonjak ke 19.1 kg.

Bulan November ke Desember kenaikannya cuma sedikit karena waktu itu Pijar kena batuk pilek.

Gimana enggak naik terus? Wong makannya apa aja bisa masuk :D Tidak hanya makanan utama, makanan selingan juga suka. Belum lagi ditambah susu. Alhamdulillah juga sih, di saat anak-anak seusianya susah makan, Pijar gampang banget makannya :)

Dengan tinggi badan 103 cm dan berat badan 19.1 kg, Pijar tidak terlihat gemuk sekali.

Minggu, 16 Januari 2011

Workshop internet marketing d'BC Network

Bekerja dengan sistem online mengharuskan saya untuk mengetahui serba-serbi internet.

Untungnya di d'BC Network, ada mb Dini Shanti, internet marketer yang nggak pelit ilmu.

Kalau tahun 2010 lalu saya ikutan workshop Internet Marketing 1 di Surabaya, kali ini lanjutannya saya ikutan di Jakarta.

Acaranya di awal tahun 2011 kemarin. Workshop Internet Marketing 2, khusus untuk member d'BC Network. Penting banget karena untuk memaksimalkan kerja online yang jadi nilai plus dari d'BC Network dalam mengerjakan bisnis Oriflame.

Karena baru 4 bulan di Jakarta, saya coba cari tahu dari group Erika yang di Surabaya, siapa aja donlen yang ikutan di workshop Internet Marketing kali ini.

Alhamdulillah, ternyata ada crossline mba Umi Athallah Bachrie yang datang bareng suaminya. Sebelum berangkat sdh bbm-an dulu sama mba Umi, janjian ketemu di lokasi.

Karena belum pernah tahu di mana itu Sekolah Highscope di TB Simatupang, malam sebelumnya sudah coba cari-cari di GoogleMaps. Acaranya jam 13.00, tapi peserta di harapkan sudah hadir jam 12.00.

Saya berangkat dari rumah jam 10.00. Suami yang nyetir, saya yang bagian baca peta, hehehe.. Alhamdulillah lancar, dari Ciledug ke Cilandak sekitar 1.5jam.

Jam 11.30 sudah sampai di lokasi. Masih beberapa orang yang sudah datang. Jam 13.30 acara dimulai.

Mba Dini Shanti ngasih tips-tips yang sangat berguna banget untuk promosi lewat internet dan tentunya memaksimalkan bagaimana kita menjalankan bisnis Oriflame secara online.

Pulang ke rumah, gak sabar untuk langsung praktek.

Rabu, 12 Januari 2011

Kucing Anggora milik tetangga

Tiga bulan terakhir ini, setiap kali buka pintu di pagi hari, saya selalu harap-harap cemas. Cemas dapat bonus atau tidak di depan rumah.

Jangan bayangkan bonus ini seperti rejeki nomplok, karena saya sama sekali sangat tidak mengharapkan bonus ini ada :D

Alkisah seekor kucing tetangga keturunan Anggora. Bulunya tebal, gendut, berwarna abu-abu, dipanggil si Buluk. Mukanya mirip Garfield. Menggemaskan? Iya, kalau dia tidak suka pup di teras rumah orang.

Huuuaaahhh..., pupnya bukan di pasir atau tanah, tapi di lantai! Bayangkan kalau pagi-pagi buka pintu, pinginnya menghirup udara segar, yang tercium malah bau pup kucing. Sebel!

Belum lagi kalau harus membersihkannya. Lengket dan bau. Kami harus menaburkan pasir dulu di atas kotoran itu, baru kemudian dibuang.

Awalnya dikirain karena si empunya kucing lagi pergi haji, makanya kucingnya keliaran dan suka pup di mana-mana. Sabar..., mungkin setelah pulang haji, kucingnya ada yang ngurus.

Bersabarlah kami, saya dan tetangga, selama 40 hari selama beliaunya menunaikan ibadah haji. Sepulang dari haji, kami sudah senang dan berharap tidak ada lagi pup di pagi hari.

Ternyata, harapan tinggal harapan. Si Buluk tetap saja pup di rumah tetangga. Akhirnya kami berinisiatif untuk menyampaikan perihal ini ke empunya Buluk. Dan responnya cuma diam saja. Kebangetan!

Akhirnya muncul opsi dari para tetangga untuk dikarungin saja tuh, si Buluk. Tapi kok ya, larinya kenceeeng banget!

Sampai sekarang belum ada solusi yang pas gimana agar si Buluk tidak pup di lantai rumah orang. Bahkan sampai tadi pagi, pup si Buluk sudah bikin saya marah ke suami karena berangkat kerja tanpa membersihkan dulu lantai yang penuh dengan kotoran :p

Photo: bukan gambar si Buluk

Minggu, 02 Januari 2011

Bijak menggunakan facebook

Siapa sih yang enggak punya akun facebook sekarang ini? Hampir semua orang punya. Mulai dari pekerja kantoran, ibu rumah tangga, sampai anak-anak SD pun sudah ada yang punya akun facebook.

Kemarin, saya sempat ngobrol dengan tetangga, ibu rumah tangga dua anak perempuan yang beranjak remaja. Sebut saja ibu A.

Ibu A ini mengatakan keberatannya membuat akun facebook, meskipun sudah disarankan oleh saudara-saudaranya dan bahkan suaminya. Alasannya sederhana, enggak mau kecanduan dan takut ketemu sama mantan-mantannya dulu, hehehe...

Menarik. Jujur, keinginan untuk mencari teman-teman lama waktu sekolah atau kuliah di situs jejaring sosial ini begitu besar. Kadang saya juga kepikiran untuk mencari mantan pacar atau bahkan teman yang dulu saya pernah taksir, xixixi...

Bukannya apa, hanya ingin tahu bagaimana kehidupannya sekarang. Sudah menikah atau belum, sudah punya anak atau belum :D

Balik lagi ke Ibu A, kekhawatirannya tidak akan terjadi jika kita punya rambu-rambu sendiri agar tidak 'terjebak' dengan cinta lama atau bahkan cinta baru yang muncul dari penggunaan facebook :p

Saya sendiri enggak mungkin nggak pake facebook, karena pekerjaan saya sebagian dilakukan dengan menggunakan facebook. Terutama untuk promo bisnis online dan komunikasi dengan downline :)