Jumat, 27 Januari 2012

Meraih cita-cita

Dulu, ketika masih kecil, saya ingat sekali ingin menjadi guru TK. Mungkin karena waktu itu saya seneng banget dengan guru TK saya yang cantik dan baik hati :D

Beranjak SD, SMP, dan SMA, cita-cita saya berubah. Saya ingin jadi ahli matematika, trus terakhir pingin jadi dokter anak. Tapi ketika kuliah 'terjerumus' ke jurusan komunikasi, cita-citanya langsung berubah, pingin jadi penyiar :D

Nah, yang terakhir ini akhirnya kesampaian :) Mungkin karena waktu itu saya sudah fokus, jadi cita-citanya beneran terwujud. Coba kalau sejak kecil sudah difokuskan untuk meraih cita-citanya, kemungkinan besar cita-cita masa kecil bisa tercapai :D

Sekarang, bagaimana dengan cita-cita masa kecil anak saya, Pijar? hehehe... Tanpa ditanya, dia tiba-tiba bilang, "Ibu, Pijar nanti pingin jadi sopir taksi.." Kaget juga pas saya dengar cita-citanya itu, hahaha... Saya tanya alasannya. Dia bilang, biar bisa ajak ibu dan ayah pergi-pergi.

Saya kasih pengertian kalau pingin ajak ayah-ibu pergi, kamu ga usah jadi sopir taksi. Beli aja mobil, ntar kamu bisa ajak ayah-ibu jalan-jalan kan? "Owh, gitu? yasudah nanti Pijar beli mobil.."

Nah, kalau gitu cita-cita Pijar apa? Pingin jadi pemadam kebakaran, pemain sepak bola, pilot, atau pengusaha? Berpikir sebentar, "Pijar mau jualan kue!" :D Saya kembali bertanya, "Kenapa?" :) Dia jawab, "Karena aku suka makan kue.." :p

Kamis, 26 Januari 2012

Cerita perjalanan Pijar naik kereta api

Begitu diberitahu akan ada fieldtrip menggunakan kereta api, Pijar sudah heboh banget :) Dia bilang mau naik kereta bersama bu guru dan teman-temannya, ibu nggak boleh ikut :p

Malam sebelum naik kereta, saya sudah bilang ke Pijar kalau besok harus bangun pagi. Paginya Pijar bangun jam 05.20 :(( pagi banget siih, ibu belum masak nasi dan bikin bekal. Begitu bangun yang ditanyakan adalah, "hari ini Pijar naik kereta ya?" hahaha...

Bekal yang saya siapin untuk hari itu adalah, snack, air putih, dan mie goreng. Nggak terlalu banyak, karena nanti Pijar bakal dapat roti, susu, dan buah dari sekolah. Bekal buat Pijar saya masukkan ke tasnya seperti biasa, saya biarkan Pijar bertanggungjawab dengan barang bawaannya sendiri :D Sementara tas ransel saya diisi dengan air mineral, payung, jaket Pijar untuk jaga-jaga saat hujan, dompet, dan hp tentu saja :D

Berangkat ke sekolah sekitar jam  07.00. Begitu nyampe sekolah, sudah banyak anak dan beberapa orang tua yang ikut mengantar. Setelah absen dan dibagikan bekal untuk masing-masing anak, perjalanan ke stasiun dimulai.

Dari sekolah Pijar ke stasiun, kita naik angkot yang disewa sekolah. Stasiun yang dituju adalah Stasiun Jurangmangu. Stasiun ini menurut saya bagus dan bersih. Apalagi lokasinya ada di bawah jembatan Tegal Rotan, jadi benar-benar berasa di jurang :) Pemandangannya juga masih asri, entah karena habis hujan dan mendung atau memang sehari-hari udaranya sejuk, yang jelas nuansa pinggiran kota Jakarta sangat tidak terasa, berasa di Bogor yang dingin, hehehe...

Ternyata Stasiun Jurangmangu memang tergolong baru. Baru diresmikan tahun 2009 lalu oleh Menhub di jaman itu :p Mulai pembangunan sejak tahun 2002.

Kereta tepatnya Commuter Line berangkat tepat pukul 09.00, stasiun yang kami tuju adalah Stasiun Parungpanjang. Ini adalah stasiun yang menjadi titik akhir Commuter Line. Letaknya tepat di depan pasar Parungpanjang.

Sekolah Pijar menyewa satu gerbong kereta. Jadi anak-anak lebih leluasa di dalam, tidak berbaur dengan penumpang lain sehingga semuanya kebagian tempat duduk. Sayangnya, anak-anak tidak diajak beli tiket di loket karena tiket langsung diberikan saat di atas kereta.

Commuter melewati beberapa stasiun, diantaranya Sudimara, Rawa Buntu, Serpong, baru kemudian sampai di Parungpanjang. Perjalanan ditempuh sekitar 30 menit. Begitu sampai di Parungpanjang, anak-anak tidak sempat keluar dari kereta karena masih gerimis. Untungnya membawa bekal mie goreng, jadi saat menunggu kereta berangkat kembali menuju Jurangmangu, Pijar sempat makan dulu.

Di dalam kereta Pijar sempat bertanya tentang gambar rute kereta di atas pintu. Apa itu yang lingkaran-lingkaran kuning, yang lingkaran biru, dan yang berwarna merah :D Yang lingkaran itu adalah stasiun tempat kereta berhenti. Kalau kuning stasiun kecil, sementara yang warna biru stasiun besar :D Kalau yang warna merah itu adalah jalur keretanya.

Ada juga gambar larangan di kereta, saya minta Pijar untuk mengartikannya. Alhamdulillah dia ngerti, nggak boleh merokok, nggak boleh bawa binatang, nggak boleh main api (bawa barang yang mudah terbakar--nv). Dia sempat tanya, kenapa kok penumpang nggak boleh duduk di bawah? :p Ya, karena menggangu penumpang lain.

Setelah sampai di stasiun Jurangmagu kembali, Pijar dan teman-temannya kembali ke sekolah menggunakan angkot lagi. Sesampainya di rumah, Pijar sudah kecapean, habis makan roti dan minum susu langsung tidur siang. Sorenya saat ayahnya pulang kerja, yang langsung ditunjukkan adalah foto-foto saat di kereta, xixixi...

Rabu, 18 Januari 2012

Mencari arti rejeki

Siang itu saat menemani Pijar istirahat siang, saya dikejutkan dengan telpon masuk di hp saya. Ternyata dari salah satu majalah perempuan yang mengabarkan kalau saya menang undian :)

Alhamdulillah.., dapat rice cooker gratis.. :) tidak menunggu lama, saya segera kabarkan ke suami dan teman-teman, hehehe...

Tentunya  ada beragam komentar, tapi rata-rata mereka ikut senang, hehehe... Ada satu komentar teman yang membuat saya berpikir. Dia bilang, "aku dulu sering dimarahin ibuku kalau sering tidur, katanya orang tidur nggak ada rejekinya."

"Buktinya, kamu pas enak-enak tidur malah dapat rejeki rice cooker." lanjut teman saya. Saya berkilah, ya emang bener kalau kita terus-terusan tidur nggak ngapa-ngapain, rejeki datang dari mana? "Ah enggak juga, rejeki kan sudah ada yang ngatur.." begitu jawab teman saya.

Eehhmmm..., ujung-ujungnya bikin saya browsing mencari apa itu rejeki :D Dan memang tidak ada yang salah dengan pernyataan teman saya itu karena yang dimaknai rejeki bukanlah hanya materi belaka.

Sehat jasmani dan rohani, keluarga yang bahagia juga merupakan rejeki. Bahkan sampai saat ini kita masih bernapas adalah rejeki dari Allah. Wallahualam bishawab :)

Selasa, 10 Januari 2012

Alat komunikasi kau dan aku

Pernah cerita-cerita dengan teman tentang kisah cinta masa lalunya :) Komentarnya saat itu yang bikin ketawa adalah, "Coba dulu sudah ada hp, aku kan bisa tau kalau dia masih mengharapkan aku.." LOL.

Memang kerasa banget ketika semua orang sudah menggunakan hp, kita jadi gampang untuk menghubungi teman/saudara/pasangan di manapun dan kapanpun dia berada. Tinggal telpon atau sms, beres!

Sekarang sudah berubah lagi, setelah ada banyak social media, hp bukan sekedar untuk telpon dan sms. Namanya sekarang sudah jadi smartphone, lebih pinter, lebih canggih. Lewat hp kita bisa tetep eksis di dunia maya.

Lewat smartphone juga kita bisa bikin grup dengan teman-teman jaman SMP, SMA, kuliah, atau bahkan bikin online shop. Komunikasi dengan teman lama jadi bisa terjalin kembali. Bisnis juga lebih lancar menjalankannya.

Tidak ada yang salah jika kita menggunakan alat komunikasi untuk hal yang bermanfaat, asal jangan ketika bersama pasangan atau anak, kita masih sibuk dengan smartphone di tangan. Sedihnya jika kita bicara dengan pasangan tapi enggak disimak :((

Jumat, 06 Januari 2012

Pendidikan seks untuk anak

Siang ini melihat tayangan Metro TV, ada talkshow Mari Bicara Seks dengan menghadirkan narasumber Zoya Amirin, Sexual Psychologist yang sedang naik daun. Bicara tentang pendidikan seks.

Pendidikan seks sebenarnya penting diajarkan pada anak sejak dini untuk mencegah perbuatan seks yang tidak benar ketika dia beranjak remaja. Yang pertama berkewajiban untuk mengajarkannya adalah orang tuanya.

Zoya menyinggung penyebutan alat kelamin, salah satunya. Banyak orang tua yang tidak mau menyebut penis dan vagina pada anak dengan alasan malu. Bahkan sengaja tidak mau memberitahu ketika anak mulai ingin tahu tentang kelaminnya.

Padahal dari situ kita bisa menciptakan dialog misalnya kalau ada orang lain yang menyentuh penis atau vagina adik/kakak, bilang ke ibu/ayah. Kalau adik/kakak disentuh atau dipegang sama orang lain dan adik/kakak merasa tidak nyaman, malu, atau jengah, bilang ke ayah/ibu.

Bagaimana dengan saya? :D Sejak awal saya sudah berkomitmen untuk memberitahu Pijar yang sesungguhnya, xixixi tentang nama alat kelaminnya. Jadi kalau perempuan itu punya vagina dan laki-laki itu punya penis. Pijar dan ayah, laki-laki, berarti punya penis. Kalau ibu, perempuan, berarti punya vagina :)

Ternyata memberitahu yang sesungguhnya juga ada konsekuensinya di masyarakat yang menganggap hal itu adalah tabu. Saya pernah dimarahin ibu saya kenapa Pijar sampai nyeplos tentang vagina :D Tetangga pernah histeris ketika Pijar bicara tentang penis :D Padahal Pijar cuma bertanya, "Bu, mba A itu perempuan ya, berarti dia punya vagina?" qeqeqeq....

Saya menjelaskan ke ibu saya dan tetangga saya kalau saya memang sengaja memberitahu Pijar yang sebenarnya karena nggak ingin Pijar bingung. Yang disebut burung adalah yang punya sayap dan bisa terbang, tapi kita juga menyebut penis sebagai burung. Hal itu justru membingungkan sang anak kan? ;)

Tentunya pendidikan seks disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak. Berikan penjelasan yang simple yang bisa diterima oleh anak, utamanya yang belum beranjak remaja. Karena ketika anak sudah memasuki masa remaja, pendidikan dan pendekatan yang diberikan tentunya berbeda.

Tentang remaja, ntar kita ngobrol lagi yaa... ;)